Minggu, 22 September 2013

Hasil Riset "Fakta Cangkrukan"



Cangkrukan ( nongkrong ) sudah menjadi salah satu kebiasaan atau kegiatan wajib di kalangan masyarakat pada umumnya. Menurut riset yang sudah kami lakukan, sebagian dari masyarakat di kawasan daerah surabaya barat, khususnya manukan - tandes, adalah sebagai berikut :

- Bahasa yang digunakan
       Bahasa mayoritas yang sering di gunakan adalah bahasa daerah khas Suroboyoan, bahasa Jawa, dan beberapa juga yang menggunakan bahasa Indonesia. Alasan mereka menggunakan bahasa daerah khas Suroboyoan ataupun bahasa Jawa karena, bagi mereka dengan menggunakan bahasa Jawa atau pun khas Suroboyoan karena lebih mudah di mengerti dan lebih nyaman penyampaiannya, dan juga tidak terasa formal dalam berkomunikasi

- Topik pembicaraan
       Cangkrukan merupakan salah satu kegiatan masyarakat untuk melepaskan kejenuhan rutinitas keseharian, karena dengan cangrukan banyak informasi yang sering di sharingkan satu sama lain, salah satu topik pembahasan yang di bicarakan adalah :

                - Pekerjaan / Sekolah
                - Politik
                - Fenomena alam ( kejadian yang baru saja terjadi )
                - Hobby
                - Curhat

- Kebiasaan tingkah laku
       Kebiasaan tingkah laku masyarakat menganggap cangkrukan sudah menjadi suatu kebiasaan untuk bersosialisasi terhadap sesama masyarakat dan juga sebagai penghilang rasa jenuh, juga sebagai salah satu cara untuk bertemu dengan komunitas ataupun teman lama. Karena cangkrukan ini merupakan kegitan pelepas penat maka tingkah dan gaya bicara bisa di ekspresikan secara bebas dengan contoh mengangkat kaki, makan dengan cara "puluk'an" ( makan menggunakan tangan tanpa sendok ), tertawa lepas dengan keras dan juga gaya bicara yang lantang

- Opini

       Cangkrukan adalah suatu kegitan lama yang awalnya hanya di manfaatkan sebagai kegiatan perekat hubungan terhadap sesama masyarakat, namun kini sudah menjadi sebuah kebiasaan baru yang wajib di lakukan ketika terasa penat, sensasi cangkrukan hanya bisa di rasakan di warung kopi kaki lima, angkringan, dan juga komunitas, yang tidak bisa kita dapatkan di sebuah restoran ataupun di tempat - tempat lainnya